Maju Terus, Pantang Mundur !



October 30, 2011

Sebetulnya, apa sih motivasi itu? Motivasi merupakan sesuatu yang memberi energi dan mengarahkan perilaku untuk secara gigih mencapai tujuan. Sederhananya, ketika Anda merasa bersemangat dalam melobi calon klien demi komisi yang lebih besar, maka dapat dikatakan bahwa Anda memiliki motivasi besar untuk memenangkan proyek tersebut. Sebaliknya, jika Anda malas-masalan melayani klien yang merepotkan, maka bisa dibilang bahwa Anda bermotivasi rendah untuk memuaskan klien tersebut.

Motivasi tidak hanya dimiliki oleh individu, tetapi juga bisa dimiliki oleh suatu kelompok. Tapi perlu diingat bahwa kelompok merupakan kesatuan dari beberapa individu yang memiliki hubungan tertentu. Oleh karena itu motivasi yang dimiliki oleh masing-masing individu dalam suatu kelompok pun pada akhirnya akan membentuk motivasi kelompok. Coba tilik tim kerja Anda pada awal-awal penugasan, biasanya atmosfer kerja tim terasa bergairah bukan? Itu dikarenakan masing-masing anggota kelompok masing bersemangat dan termotivasi penuh untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Nah, sekarang, coba lihath tim kerja Anda saat ini, apakah ada perubahan? Kemungkinan besar motivasi tim kerja Anda juga mulai menurun sejalan dengan menurunnya motivasi masing-masing anggotanya.

Tenang, jangan panik. Berdasarkan pengalaman lebih dari 30 tahun memberikan pelatihan-pelatihan di bidang psikologi industri dan organisasi, dan berkutat dengan materi-materi motivasi, kali ini LPTUI akan memberi tips bagaimana memotivasi tim kerja Anda. Tidak salah jika Anda mencoba mengikuti saran-saran di bawah ini untuk meningkatkan motivasi tim kerja Anda.

Segarkan sasaran

Sekaranglah saat yang cepat untuk menyegarkan ingatan, apa sih sebenarnya tujuan yang ingin dicapai tim kerja Anda? Jika tujuan awal sudah terasa agak samar-samar, tidak ada salahnya merumuskan kembali tujuan yang ingin dicapai tim kerja. Dalam merumuskan tujuan, ada panduannya : buatlah tujuan yang SMART:

Spesific
Tujuan yang dirumuskan harus jelas, tidak boleh terlalu umum. Rumusan seperti: “Ingin mencapai target penjualan” bukanlah rumusan tujuan yang spesifik. Agar lebih jelas, tambahkan jumlah target penjualan yang ingin tercapai, misalnya menjadi: “Mencapai target penjualan Rp. 3.000.000.000,-.”
Measurable
Tujuan yang dirumuskan harus bisa diukur derajat keberhasilan ketercapaiannyanya. Tujuan yang hanya berupa ungkapan “ingin sukses” tentunya akan sulit dinilai keberhasilannya. Apa yang dapat dijadikan tolak ukur kesuksesan? Nilai uang tertentu? Punya relasi sejumlah tertentu? Kecepatan? Presisi? Pada contoh sebelumnya, sudah dapat ditentukan bahwa tujuan tim dikatakan berhasil ketika tim sudah berhasil menjual produk senilai Rp. 3.000.000.000,-. Ini berarti sudah ada ukuran yang jelas.
Attainable
Tujuan yang dirumuskan harus cukup masuk akal untuk bisa dicapai. Jika tim Anda memiliki tujuan untuk mencapai target penjualan sebesar Rp. 10.000.000.000,- padahal data-data penjualan tahun lalu hanya menunjukkan maksimal penjualan sebesar Rp. 100.000.000, maka barangkali Anda perlu menyesuaikan tujuan tim menjadi lebih realistis.
Relevant
Unsur ini menilik kesesuaian antara satu tujuan dengan tujuan lain. Bila tim kerja Anda merupakan tim kerja tenaga penjualan, maka pertimbangkan kembali jika ada tujuan yang kurang jelas keselarasannya, misalnya antara tujuan meningkatkan jumlah pelanggan dengan tujuan meningkatkan marjin keuntungan setiap produk. Mana yang diutamakan? Menambah jumlah pelanggan bisa dilakukan dengan menawarkan diskon yang menarik, tapi itu berarti marjin keuntungan per produk mungkin berkurang. Apakah maksudnya tim harus bermain dalam volume? Hal-hal seperti ini perlu diperjelas. Dan jangan lupa juga, tujuan tim kerja Anda pastinya harus selaras dengan tujuan unit kerja yang menaungi tim Anda.
Time
Suatu tujuan akan lebih baik jika memiliki kerangka waktu yang jelas. Hal ini akan memudahkan tim dalam mengukur derajat keberhasilan suatu tujuan. Misalnya, rumusan tujuan berupa “Mencapai target penjualan Rp. 3.000.000.000,-” tadi akan menjadi semakin mudah terukur keberhasilannya jika ditambah menjadi “Mencapai target penjualan Rp. 3.000.000.000,- pada akhir bulan Agustus 2007.”
Dengan tujuan yang SMART, berarti tim kerja Anda memiliki kejelasan mengenai apa yang akan mereka capai di akhir periode. Dengan demikian, tim kerja juga bisa membentuk motivasi yang optimal untuk mencapai tujuan tersebut.

Ciptakan tantangan

Buatlah tantangan yang optimal bagi tim kerja dan anggota-anggotanya. Artinya, tantangan yang dibuat perlu diperhatikan tingkat kesulitannya. Jika suatu tantangan dinilai terlalu mudah, maka hanya akan dibutuhkan sedikit energi dalam menyelesaikannya dan tidak dilihat sebagai tantangan. Hal ini tidak akan meningkatkan motivasi tim kerja Anda. Sebaliknya, jika tantangan dibuat terlalu sulit, maka tim kerja akan mencapai suatu titik penurunan motivasi karena tidak ada tanda-tanda tujuan akan tercapai. Istilah psikologis untuk fenomena ini adalah learned helplessness, yaitu seseorang menjadi putus asa karena setiap usahanya tidak bisa membuahkan hasil yang diinginkan, sehingga ia tidak terdorong untuk mencoba lagi.

Kebersamaan dan loyalitas

Bangunlah kebersamaan dan loyalitas yang kuat antar anggota tim kerja. Kebersamaan dan loyalitas dapat diartikan sebagai kedekatan dan rasa kepemilikan terhadap setiap anggota tim kerja atau terhadap tim kerja itu sendiri. Kebersamaan akan sangat bermanfaat dalam tim kerja. Jika anggota tim kerja memiliki kedekatan satu sama lain maka akan lebih mudah bagi setiap orang untuk saling memberi atau menerima dukungan berupa pujian ataupun kritik. Dengan mengenal baik rekan tim kerja, kita akan mengetahui bagaimana kiranya gaya bahasa dan pola perilaku yang sesuai dalam memberikan umpan balik. Jika kebersamaan dan loyalitas ini telah terbangun melalui proses umpan balik yang baik, maka setiap anggota kelompok akan merasa ada yang peduli dan memperhatikan mereka. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan motivasi tim kerja.

Rasa bertanggung jawab

Masih berkaitan dengan rasa kepemilikan terhadap tim kerja, anggota tim juga perlu membangun rasa bertanggung jawab yang optimal terhadap kelompok kerjanya. Rasa bertanggung jawab yang optimal akan membuat anggota kelompok merasa tidak ingin timnya mengalami kegagalan. Kondisi ini akan memotivasi mereka untuk menunjukkan kinerja lebih baik demi pencapaian tujuan tim kerja. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa rasa tanggung jawab yang berlebihan ternyata justru akan menurunkan motivasi. Motivasi yang dilandasi oleh rasa takut berlebihan akan berubah menjadi teror, yang akhirnya dapat membuat seseorang enggan menunjukkan kinerjanya.

Berkembanglah bersama

Ketika semua anggota tim merasa mereka bergerak bersama, belajar bersama, menambah kemampuan bersama, dan sama-sama menyamakan pemikiran kelompok, maka hal ini akan memacu motivasi karena anggota kelompok merasa memiliki kemampuan, potensi, dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi. Usahakan juga agar tiap anggota tim mempersepsi bahwa setiap usaha yang mereka keluarkan akan menghasilkan keuntungan yang sama perbandingannya dengan usaha dan keuntungan yang diterima anggota lain. Dengan demikian, tidak ada kecemburuan yang berkembang di dalam tim kerja dan motivasi bekerja bisa meningkat. Satu langkah awal yang bisa dicoba untuk menciptakan rasa berkembang bersama adalah dengan mengikuti kegiatan belajar atau pengembangan bersama dan kemudian menerapkannya bersama-sama dalam tim kerja. Cobalah berdiskusi dengan rekan-rekan tim kerja Anda mengenai pelatihan apa yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja tim dan kemudian ikuti pelatihan tersebut bersama-sama untuk kemudian juga bersama-sama menerapkannya di dunia pekerjaan sehari-hari.

Kepemimpinan

Mungkin sekaranglah saatnya Anda maju dan memimpin misi me“re-motivasi” tim kerja Anda. Jadilah anggota tim yang berinisiatif mengajak rekan tim lainnya untuk menyadari pentingnya tujuan kelompok, menciptakan tantangan untuk tim, menggalang kebersamaan dan loyalitas tim, membentuk rasa tanggung jawab terhadap tim, dan berkembang bersama dalam tim. Ajak rekan-rekan untuk berdiskusi mengenai kinerja tim secara keseluruhan, dan juga untuk saling memberi umpan balik mengenai kinerja masing-masing orang. Tularkan antusiasme dan motivasi Anda kepada rekan lain. Dengan memulai demam motivasi ini, tanpa Anda sadari Anda telah mengobarkan motivasi pribadi Anda. Kemudian, rekan-rekan tim kerja Anda juga akan terbawa oleh hangatnya semangat yang Anda hembuskan. Akhirnya, seluruh anggota tim akan menyadari pentingnya motivasi tim kerja dan mau bekerja bersama untuk meningkatkan motivasi tim kerja.

Selamat mencoba!

Artikel Terkait Lainnya :