Arsip dari kategori 'Pencerahan'

1. Jangan menggunakan listrik untuk penerangan atau peralatan kecuali jika anda benar-bnar sedang menggunakannya.
2. Menggunakan lampu luorescent (neon) yang hemat energi.
3. Pergunakan penerangan, pembangkit listrik, unit-unit pemanas bertenaga surya.
4. Manfaatkan lebih banyak penerangan cahaya alam.
5. Pergunakan ventilasi yang struktural untuk penyejuk ruangan daripada menggunakan Air Condition (AC)
6. Pergunakan air dingin, bukan air panas.
7. Pastikan peralatan bertenaga listrik tetap efisien dan terawat dengan baik
8. Pengendalian penerangan, alat pendingin udara secara otomatis, misal dengan alat sensor cahaya
9. Pergunakan alat-alat pematul cahaya untuk menggantikan lampu penerangan.
10. Pergunakan film pelapis kaca atau rayban untuk mengurangi panas matahari.
11. Tanamlah tanaman sebanyak mungin di kebun anda untuk mengurangi karbondiosida.
12. Jangan membakar apa saja, bahkan rokok.
13. Lengkapi mobil atau motor anda dengan katalisator.
14. Jika anda menghentikan kendaraan dalam waktu yang tidak lama, jangan matikan mesin kendaraan anda.
15. Kurangi bawaan pada kendaraan anda untuk mengurangi beban, bahkan mengeluarkan sebatang pensil dari kendaraanpun akan membantu.
16. Jangan membuang sesuatu yang dapat di daur ulang, seperti kaleng aluminium dan kertas. Simpan dan berikan pemulung untuk dijual kembali.
17. Meminimalisir penggunaan styrofoam (gabus sintetik) untuk bungkus makanan.
18. Lihat dan periksa kembali jika anda menggunakan aerosol, cat, AC, apakahmengandung khlorofluorokarbon (CFC).
19. Jangan beli barang apapun yang langsung dibuang sesudah dipakai sekali, jika ada barang sejenis yang dapat dibeli sebagai investasi jangka panjang.
20. Belilah produk yang anda sukai sehingga produk tersebut tidak perlu diganti sampai benar-benar rusak dan tidak dapat dipakai kembali.
21. Cobalah untuk tidak memiliki barang yang hanya memiliki nilai estetika saja.
22. Berhati-hati dengan barang plastik yang anda beli karena ada beberapa jenis plastik tidak dapat di daur ulang.
23. Bawalah tas anda sendiri jika hendak berbelanja yang terbuat dari kain atau kanvas untuk mengurangi produk plastik.
24. Katakan pada seseorang jika anda melihatnya membuang sampah secara sembarangan.
25. Jangan sekali-sekali memotong tanaman atau menebang pohon karena tetumbuhan membantu menyelamatkan bumi.

» Baca Selengkapnya…. →

Jan 13

Save Our Earth!

Tidak ada komentar - Kirim komentar

Kalo kamu termasuk penggemar berita terkini, dan bukan gosip terkini apalagi sinetron terkini, pasti denger dan ngeh dong dengan hajatan KTT Bumi di Bali kemarin (3-14 Desember 2007). Ada 9.575 peserta dari 185 negara datang untuk ngebahas penyelamatan bumi dari kerusakan, khususnya mencegah meluasnya pemanasan global. Idih emangnya ada pengaruhnya buat kita-kita yang remaja dan imut-imut?

Ada lagi. Menurut laporan para ahli, bumi kita ini udah mengalami kerusakan yang parah. Di antaranya es di kutub udah banyak yang mencair. Akibatnya permukaan air laut jadi meninggi. Nah, kalo ini terus menerus terjadi bukan nggak mungkin akan banyak pulau yang hilang terendam air dan begitu pula kawasan tepi laut pun kerendam.

Selain itu, pemanasan global juga bikin kekacauan iklim. Coba aja kalo kamu iseng-iseng meneliti, sering kan terjadi musim panas yang berkepanjangan, curah hujan yang kelewat deras, gelombang laut yang tinggi, sampe naiknya permukaan air laut. Contohnya nih, di Jakarta udah beberapa kali kebanjiran akibat naiknya air laut ke daratan. Malah baru-baru ini Bandara Internasional Soekarno-Hatta sampai lumpuh akibat jalan menuju bandara direndam air hujan. Banyak penerbangan yang tertunda akibatnya.

» Baca Selengkapnya…. →

Seorang pria muda lulusan universitas terkenal yang berhasil menamatkan kuliah dengan prestasi di atas rata-rata, selalu merasa tegang dan cemas setiap kali menghadapi panggilan wawancara seleksi padahal begitu percaya diri ketika mengerjakan tes tertulis. Pengalaman “gagal” saat wawancara seleksi pertama kali begitu membekas dan menjadi pengalaman traumatis baginya setiap kali menghadapi wawancara.

Beberapa hari yang lalu pun seorang kenalan saya bercerita, salah seorang keponakannya mengeluh telah dua kali mengikuti seleksi calon karyawan namun gagal setelah proses wawancara. Kenalan tersebut kemudian bertanya dengan penasaran pada saya “Kenapa dia sampai gagal ya? Tolong dong kasih tahu caranya biar lolos wawancara!“

Banyak orang yang berprofesi sebagai psikolog seperti kami di LPTUI sering dihadapkan pada pertanyaan dan permintaan di atas. Mengapa si X gagal setelah wawancara, bagaimana sebenarnya harus bersikap waktu wawancara, dan sebagainya. Berangkat dari pengalaman sebagai pewawancara sejak tahun 1999, penulis mencoba berbagi informasi tentang bagaimana menghadapi wawancara seleksi dengan harapan para kandidat dapat mempersiapkan diri lebih baik.

» Baca Selengkapnya…. →

“Don’t judge a book by its cover”

Jangan menilai orang hanya dari luarnya saja tapi juga dalamnya. Nasehat ini sudah sangat kita kenal sejak lama, kita pun sangat fasih mengucapkannya. Kita diingatkan untuk tidak menilai orang sekedar dari tampilan yang terlihat, apakah itu cara berpakaian, tindak tanduk, bahasa tubuh, ekspresi wajah, cara bicara, dan sebagainya, pokoknya sesuatu yang tampak kasat mata saja. Kita mesti melihat ”dalamnya”, yaitu kepribadian, kemampuan, pengetahuan, sifat dan hal-hal lain yang barangkali tidak langsung terlihat. Nasehat yang sangat bijak, tapi apa mudah untuk betul-betul bebas dari kecenderungan menilai apa yang tampil di luar?

Bayangkan situasi berikut, Anda mendapat tugas mengenalkan produk perusahaan Anda pada sebuah perusahaan. Ini adalah saat pertama kali Anda berinteraksi dengan mereka. Apa yang mesti Anda siapkan baik-baik disamping presentasi yang sempurna? Ya, kesan pertama!! Anda juga harus menyiapkan bagaimana kesan pertama yang harus berhasil Anda ciptakan. Mengapa?

Kenyataannya, kesan pertama tetap bisa membawa dampak besar. Manusia seringkali tidak bisa terlepas dari kesan subjektif yang tercipta ketika pertama kali bertemu orang. Ketika melihat seseorang di sebuah kantor dengan penampilan yang rapi, perilaku yang tertata, gaya bicara dengan bahasa tubuh yang menampakkan rasa percaya diri, biasanya kita akan cepat menyimpulkan kalau orang tersebut punya jabatan yang penting, manajer misalnya. Sebaliknya, ketika melihat orang dengan pakaian kusam dan rambut berantakan, bisa jadi kita akan menduga orang ini pasti pegawai kecil. Komedi Bajaj Bajuri pernah menampilkan potret ironi ini dimana Bob Sadino dengan celana pendek dan kemeja santainya dikira karyawan rendahan oleh si Ucup.

Ya, kesan pertama yang notabene hanya disimpulkan dari tampilan luar saja memang sulit untuk dihindarkan. Studi-studi tentang kesan pertama bahkan menunjukkan bahwa kesimpulan itu dibuat hanya dalam waktu 3 detik hingga 2 menit saja! Artinya, ketika Anda pertama kali bertemu orang, Anda hanya punya waktu yang sangat singkat untuk menciptakan kesan pertama yang baik. Selanjutnya, kesan pertama yang baik akan mendukung mulusnya kelanjutan interaksi dan inilah yang memberi Anda waktu tambahan untuk menunjukkan ”isi” Anda. Tapi kalau Anda keliru bertindak dan memberi kesan pertama yang buruk, bisa jadi lawan bicara Anda akan enggan melanjutkan interaksi dan kandaslah harapan Anda untuk bisa menampilkan diri sebagaimana mestinya. Dari sini Anda bisa membayangkan bagaimana dampak kesan pertama pada karier Anda, bisnis Anda, dan kehidupan sosial Anda.

Nah, bagaimana cara menciptakan kesan pertama yang baik?

» Baca Selengkapnya…. →

Jan 11

Warning! Global Warming!

Tidak ada komentar - Kirim komentar

Global Warming, sebuah istilah yang popularitasnya semakin menanjak dari hari ke hari. Terlebih setelah diadakannya United Nations Climate Change Conference di Bali pada akhir tahun 2007 lalu, Indonesiapun menjadi sorotan dunia karena berhasil menyelenggarakan perhelatan akbar yang membahas isu universal tersebut. Sebagai warga negara Indonesia, seberapa besar pengetahuan Anda tentang global warming? Tahukah Anda mengenai berbagai dampak negatif dari global warming? Tahukah Anda bahwa tingkat ketinggian air laut terus meningkat, dataran gurun pasir semakin meluas, dan semakin banyak area pertanian/pekebunan/perikanan yang rusak karena memanasnya iklim bumi?

» Baca Selengkapnya…. →







Pencarian :